Untuk sekian kalinya aku sakit gara – gara kamu. sudah ku
coba melupakannmu tapi bayangannmu selalu melintas di pikiranku. “Kukira kau
masih mengingatku” dalam pikirku, mengapa kau bohongi aku waktu selesai solat,
temenku tanya sebut saja S. “ dia sekarang sama cowok lain ya?” sebut saja cowok tersebut si B. aku hanya
bisa mengangguk dan tersenyum, tapi di dalam hatiku seperti terbakar oleh api
yang sangat membara, aku bagaikan besi
yang di lebur oleh api yang sangat panas.
Pelajaran terakhi ini aku tak bisa berkata apa – apa lagi dadaku terasa
sesak seperti di tempa oleh palu pembuat pedang.
Mungkin
ini akhir dari perjuangan janjiku yang pernah ku ucapkan kepadamu. Meskipun
dulu ku sering menyakitimu tapi ku selalu sayang, tak pernah sedikit pun hilang
dan kau semudah itu menghilangkan
perasaan itu. suasana kelasku ini
seperti hampa setela ku dengar berita dari temanku itu, saat kulihat sekeliling
kelas mereka seperti bercanda kepadaku ku sempat terbawa suasana tapi tiba – tiba
sakit itu datang lagi aku tidak kuat rasanya.
Inginku
menghilang dari dunia ini berada di suatu tempat yang gelap, sepi dan hanya aku
sendiri menatap kesengsaraan. betapa sakitnya hati ini. mungkin bagi orang lain
ini sakit biasa, tapi bagiku Sakit ini adalah sakit yang sangat amat mendalam
hingga ku tak kuasa buat merasakan hidup ini. Bila saja bunuh diri itu tidak
dosa mungkin saja aku akan melakukannya agar aku tidak merasakan sakit ini
lagi, sampai kapankah sakit ini akan berakhir !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar